Langsung ke konten utama

911


Tepat hari ini pada tanggal 11 September, merupakan hari yang kelam bagi Amerika dan juga dunia. 

Tragedi pada 11 September 2001 masih menyisakan kenangan pahit. Kala itu, warga Amerika Serikat berduka karena mendapatkan serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang dan membuat 6.000 lainnya luka-luka.

19 tahun yang lalu, sekelompok militan ekstremis Islam, Al-Qaeda yang berjumlah 19 orang membajak pesawat komersil milik Amerika.

Saat itu, terdapat empat pesawat yang diambil alih, yaitu America Airlines Penerbangan 11, American Airlines Penerbangan 77, United Airlines Penerbangan 175, dan United Airlines Penerbangan 93.

Pesawat tersebut nantinya akan ditabrakkan ke berbagai bangunan vital di Amerika.

Tabrakan pertama terjadi pada pukul 08.46 pagi ketika Amerikan Airlines Penerbangan 11 yang dibajak menabrakkan diri ke North Tower WTC. Beberapa saat setelah itu, pesawat United Airlines Penerbangan 175 menabrakkan diri ke Menara Selatan WTC.

Ketika jutaan warga AS belum mengerti tentang apa yang terjadi di WTC, pesawat American Airlines Flight 77 berputar mengitari Washington D.C, sebelum akhirnya menabrak sisi barat markas besar militer Pentagon, pada 9.45 pagi.

Kurang dari 15 menit setelah serangan Pentagon, horor di New York kembali terjadi. Menara selatan WTC yang sebelumnya ditabrak pesawat, runtuh dan tumbang ke permukaan tanah. Menciptakan awan debu raksasa.

Sementara itu, pesawat keempat yaitu United Airlines Flight 93 juga dibajak, 40 menit setelah meninggalkan Bandara Internasional Newark Liberty di New Jersey.

Para teroris menargetkan pesawat United Airlines Flight 93 untuk menyerang gedung putih. Namun, sebelum pesawat menabrak gedung putih, para penumpang dan awak pesawat melakukan perlawanan sehingga niat para pembajak untuk menyerang gedung putih gagal terwujud.

Beberapa saat setelah melakukan perlawanan, pesawat tersebut oleng dan menabrak pedesaan di Pennsylvania Barat pada pukul 10.10 pagi. 

Pihak Amerika mengungkap bahwa serangan ini didanai oleh kelompok Al-Qaeda yang dipimpin Osama Bin Laden. Mereka melakukan aksi ini sebagai tindakan balas dendam atas dukungan Amerika terhadap Israel.

Namun dari kejadian itu, ada beberapa kejanggalan yang terjadi. Kejanggalan tersebut antara lain adalah:

1. Pesawat Yang Tidak Di Tembak Jatuh

Pada hari yang naas itu, komando pertahanan udara Amerika seharusnya mampu menembak jatuh empat pesawat  tersebut sebelum mencapai target yang dituju. Namun, pertahanan udara Amerika tidak melakukan hal ini dan mereka terlambat mengetahui jika ada pembajakan pesawat

2. Kejanggalan Dalam Serangan Ke Markas Pentagon

Pentagon merupakan markas militer terbesar milik Amerika. Setelah serangan Pentagon, berbagai teori konspirasi muncul dan mengatakan bahwa pesawat  dengan nomor penerbangan Flight 77 tidak menabrak gedung namun dilakukan oleh sebuah rudal, pesawat kecil atau pesawat tak berawak.

Kejanggalan itu di dukung dengan tidak ditemukannya bangkai pesawat Flight 77. Padahal ukuran pesawat ini sangat besar. Penyelidik hanya menemukan bangkai pesawat kecil layaknya pesawat drone militer. 

Selain kejanggalan dalam bangkai pesawat, kejanggalan juga terjadi dalam rekaman kamera CCTV.

Di Pentagon ada ribuan kamera CCTV, dan hanya ada satu kamera yang berhasil merekam jatuhnya pesawat. 

Bahkan tanggal dan waktu kejadian dalam rekaman video diedit sebelum dipublikasikan ke publik.

3. Penyebab Runtuhnya Gedung WTC Karena Bahan Peledak

Sejumlah arsitek yang telah berpengalaman dalam kontruksi gedung mengatakan bahwa ada kejanggalan dalam serangan ke gedung WTC. Mereka percaya bahwa gedung diledakkan dari dalam.

Prof. Jonathan Barnett, An American Fire Protection Engineering berkata:
“Dalam keadaan api normal, tidak mungkin gedung akan rubuh. Tapi pada kejadian 11 september 2001, saya tidak percaya struktur baja berpelindung bisa rubuh, dimanapun di dunia ini.”

Teori ini di dukung oleh beberapa bukti seperti besi gedung yang meleleh padahal beton WTC telah di rancang agar tahan api. Besi gedung hanya bisa meleleh jika terkena bahan peledak.

Selain itu bagaimana mungkin abu dari runtuhan gedung bisa mencapai ratusan meter jauhnya ke segala arah jika tidak didorong atau ditiup oleh ledakan yang sangat besar dari dalam gedung?

4. Kejanggalan Dalam Kotak Rekaman 

Beberapa hari setelah serangan terjadi, rekaman pengatur penerbangan saat kejadian 9/11 dirusak oleh komisioner FAA. Selain itu, dalam investigasi yang dilakukan oleh polisi Amerika, 'kotak hitam' tidak ditemukan dari satu pun pesawat.

Sangat aneh sekali jika kotak hitam tidak ditemukan. Apakah ada pihak yang menyembunyikan kotak hitam itu? Hingga kini, misteri tersebut masih menjadi tanda tanya

5. Sikap Presiden Amerika Yang Santai

Pada saat negara Amerika di gemparkan oleh serangan teroris, presiden Amerika saat itu yaitu George H. W. Bush bersikap santai seperti tidak terjadi apa apa.

Ia hanya tersenyum ketika mengetahui kabar bahwa negaranya terserang teroris.

Sangat aneh sekali jika seorang presiden tersenyum di saat-saat genting seperti itu.

Hingga saat ini tragedi 11 September masih menyimpan banyak misteri. Banyak pihak yang menduga bahwa tragedi ini hanya rekayasa Amerika. Bagaimana dengan anda? Apapun itu, inilah awal mulanya umat Islam di cap sebagai teroris dan munculnya Islamphobia di dunia, khususnya di Amerika Serikat sendiri. 

Komentar