Langsung ke konten utama

Postingan

Sejarah Perlawanan Feminisme

Secara bahasa, Feminisme berasal dari bahasa latin yakni Femina  yang berarti perempuan dan Isme yang berarti golongan/aliran/paham. Pada awalnya memang feminisme adalah sebuah gerakan yang berupaya untuk melawan pandangan patriarkis mengenai posisi subordinat atau gender ke dua yang terjadi antara tahun 1550-1700 di Inggris. Sedangkan feminisme gelombang kedua dimulai sejak tahun 1960an dan munculnya kelompok-kelompok conscious raising (CR) pada akhir 1960an. Feminisme gelombang kedua di Amerika dibagi menjadi dua yakni kelompok kanan yang memperjuangkan terhadap partisipasi perempuan pada seluruh aspek kehidupan sosial dengan menuntut persamaan hak antara wanita dan laki-laki, sedangkan aliran Feminisme kiri atau biasa disebut sebagai feminisme radikal ini adalah feminisme liberal yang berfokus pada gerakan-gerakan revolusioner kaum wanita, gerakan yang muncul karena ketidakpuasan kaum wanita terhadap berbagai tindakan diskriminatif yang mereka alami, meskipun pada da...

The Power of Kepepet

Sudah lama rasanya saya "moksa" dari dunia kepenulisan, ya itu memang karena saya lumayan sibuk atau terlalu malas belakangan ini untuk menulis, walaupun masih membaca buku. Namun hal ini tak bisa dibiarkan, karena bagaimanapun juga, menulis dan membaca adalah dua hal yang bisa kita jadikan pengasah nalar. Ibarat sebilah pedang, maka otak kita harus terus digunakan dan kemudian diasah. Jika tidak, maka pedang ini akan keropos dan tidak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, sebisa mungkin kita harus sering membaca dan menulis, agar nalar kita tidak keropos walaupun dimakan usia.  Sedari awal saat saya mulai tidak menulis, ternyata ada banyak perubahan yang saya rasakan, mulai dari ketidakteraturan saya berbicara, pikiran kesana kemari, otak saya yang selalu menampung pengetahuan-pengetahuan dari luar namun tidak saya "buang" kedalam bentuk tulisan ataupun diskusi, terkadang membuat saya cepat lelah dan juga pusing yang berujung pada tidur p...

Semoga Terus Begitu

Begitu terasa kesunyian setelah biasanya tawa Anggi yang kerap mengganggu kedamaian telinga saya, kini perlahan menghilang seiring jatuhnya hujan di basecamp kami.  Anggi memang bisa dikatakan sebagai anak yang slenge'an  (red: istilah jawa untuk menyebut orang gokil dan ceroboh) dalam segala hal, bahkan dia tak sungkan untuk menertawakan foto jadul saya dan Hilmy. Meskipun Hilmy sempat salut akan keberaniannya, saya tetap tidak mentolerir hal itu. Hingga pada suatu malam, akhirnya sayapun diberikan kesempatan untuk menghancurkannya.  Saya yang diberikan kesempatan oleh Mbak L akhirnya menghancurkan "ke-fanatikan-nya" terhadap artis-artis Kpop BPJS. Ituloh, boyband yang kerap muncul di iklan tokopedia dulu.  Anggi yang pada malam itu menangis sampai tersedu-sedu menceritakan segalanya kepada saya itu membuat saya merasa sedikit gembira. Alih-alih merasa iba, saya malah tertawa kecil karena dia menangis ketika saya ceritakan mengapa saya menyukai lagu Lil ...

Kabar Baik Yang Belum Tau Kebaikannya

Pada pekan lalu, saya membuat opini terkait vaksinisasi pada masyarakat Indonesia, yang bisa anda baca dengan mengakses link berikut  Berita baik yang belum diterima   Dalam opini saya sebelumnya, saya cenderung menganjurkan pemerintah melakukan pendekatan pada masyarakat, bahkan saya juga menganjurkan agar pemerintah memakai jasa buzer dalam proses sosialisasi vaksin tersebut. Namun tulisan di blog saya ini masih sangat kecil dan jelas tidak akan sampai ke telinga yang mulia presiden Al-mukarom Joko Widodo Mutafaq'alaih, ya saya hanya bisa bersabar karena memang beginilah nasib bloger kelas rempeyek seperti saya, hehe.  Pemerintah rupanya lebih memilih sikap tegas dan otoriter dalam pelaksanaan vaksinisasi ini, namun juga tetap melakukan pendekatan secara masif disetiap siaran televisi dan sosial media.  Bapak Jokowi, yang sebelumnya sudah pernah mengatakan jika dirinya siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid'19 ini, akhirnya pada hari rabu...

Berita baik yang belum diterima

Kemarin, sekitar tanggal 6 Januari 2021, bapak Presiden Joko Widodo mengumumkan pendapatnya terkait vaksin yang dikabarkan akan rampung pada tahun ini, sekaligus proses vaksinisasi pada 70% rakyat Indonesia.  Pak Jokowi menyatakan dirinya siap untuk menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid'19 ini. Dirinya mengaku kesediaannya ini sebagai bukti kepercayaan dirinya akan tim medis yang sudah menguji vaksin tersebut dan ingin membuktikan jika vaksin ini benar-benar aman digunakan karena sudah melalui serangkaian uji coba, bahkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat pun juga meloloskan hasil uji vaksin tersebut.  Secara klinis, vaksin ini sudah bisa dikatakan aman karena sudah berhasil lolos uji kelayakan di laboratorium-laboratorium di berbagai negara, namun yang saat ini menjadi masalah adalah kepercayaan masyarakat Indonesia pada proses vaksinisasi dan vaksin itu sendiri nantinya.  Walaupun Presiden Joko Widodo telah mengumumkan jika vaksin ...

Lucy Irigaray dan Feminisme Posmodern

Lucy Irigaray adalah salah satu tokoh post-feminisme, sebuah paham atau gerakan yang lahir sekitar tahun 1980an hingga sekarang.  Lucy Irigaray ini sendiri memfokuskan kajian feminismenya pada budaya dan bahasa, dirinya beranggapan jika bahasa yang sudah tercipta dan kita gunakan sehari-hari telah ditunggangi oleh kepentingan dari pencipta bahasa yang kebanyakan diisi oleh kaum laki-laki, sehingga bahasa menurut Lucy adalah belenggu patriarki terkuat yang tidak mungkin dilepaskan.  penjelasan disini Contohnya adalah kajian psikologi Sigmund Freud yang mengatakan jika peran wanita sebagai gender kedua tidak bisa dipungkiri, karena wanita tidak memiliki penis yang merupakan simbol superioritas. Disini sangat jelas, jika maksud penyimbolan "penis" sebagai bentuk kekuasaan yang jelas tidak akan mungkin dimiliki oleh kaum wanita, sebenarnya adalah proses penguasaan secara tidak sadar dan proses mempengaruhi agar kaum wanita mengamini hal tersebut dan menerima dirinya s...

Wacana Analisis Kritis : Ilmu Ruwet!

* Alert! Agak membingungkan! Kita pasti sering mendengar kata wacana. Yah, kata yang sering diucapkan oleh teman kita saat merencanakan suatu hal dan pasti akan ada yang nyeletuk "jangan sampai jadi wacana ya, jangan wacana doang ya, pliss ntar wacana" dan lain sebagainya.  Arti kata wacana dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sendiri memiliki arti percakapan atau komunikasi verbal atau sejenisnya. Namun seiring berkembangnya waktu dan semakin banyaknya yang menggunakan kata ini, akhirnya banyak yang me-sinonimkan kata wacana dengan rencana.  Yah, fatal memang, namun saya tidak ingin membahas tentang kengawuran ini, saya hanya akan membahas apa sebenarnya wacana dalam perspektif Sosiologi.  Wacana menurut Michel Foucault memiliki arti segala bentuk praktik sosial yang dilakukan, baik secara verbal ataupun non-verbal (contoh; bicara, bahasa, tulisan, kode, simbol, isyarat, dll).  Dalam usaha untuk menemukan kepentingan, arti, atau makna dari suatu "wa...